Core Web Vitals


Dengan diberlakukannya peraturan baru pada ranking pencarian pada mesin pencari, maka pengguna internet harus mengetahui core web vitals. Ke depannya, Google akan melakukan ranking mesin pencari berdasarkan variabel page experience. Istilah tersebut merupakan pengalaman pengunjung ketika berselancar pada sebuah website.

Sebagai tolak ukurnya akan diambil dari beberapa faktor penilaian core web vitals. Sama pentingnya dengan teknik SEO yang telah dilakukan sebelumnya. Optimasi SEO dengan menggunakan pengalaman pengunjung dinilai lebih efektif untuk melakukan bisnis online. Dengan demikian, pentingnya untuk mengetahui lebih banyak mengenai hal tersebut. Terlebih untuk para pelaku bisnis.

Apa Itu Core Web Vitals?

Core web vitals adalah matriks yang terdapat pada website dan ditentukan oleh Google. Kumpulan matriks tersebut dijadikan Google untuk membuat website agar berada pada peringkat pertama pada mesin pencari. Matriks tersebut didapatkan dari pengalaman pengunjung mengunjungi pada sebuah website.

Semakin baik pengalaman yang akan didapatkan oleh pengunjung, maka semakin banyak matriks yang dikumpulkan untuk meningkatkan penjualan. Dengan demikian, pemilik website harus mengoptimalkan kecepatan loading website, baik atau tidak respon elemen halaman web, layout yang halaman yang baik.

Dengan mengoptimalkan hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi pemilik website untuk menjadikan website tersebut berada pada urutan pertama pada mesin pencari. Menempatkan website agar menjadi urutan pertama pada mesin pencari membuatnya sangat menunjang untuk digunakan sebagai media berbisnis online.

Guna mengetahui kinerja yang optimal pada websitenya sebagai penentu meningkatkan skor, didukung oleh beberapa indikator. Indikator tersebut bisa menunjukan cara penilaian yang berbeda-beda terhadap elemen pada web. Sehingga pemilik web bisa mengetahui baik atau buruknya web tersebut.

Apabila terjadi beberapa permasalahan terkait indikator yang ditampilkan, yang membuat web tersebut dinilai buruk. Maka sebaiknya pemilik web tersebut, melakukan beberapa perbaikan dengan mengetahui indikatornya. Dengan demikian dapat meningkatkan skor SEO untuk web tersebut.

Indikator Core Web Vitals

Agar memahami dengan jelas apa itu core web vitals, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai indikatornya. Indikator tersebut sebagai penentu keberhasilan sebuah website pada peringkat teratas dalam mesin pencari Google. Pemilik web harus mengetahui istilah yang terdapat pada indikator tersebut. Indikator tersebut meliputi:

1. LCP

Ketika menelusuri sebuah website pada mesin pencari, indikator yang banyak dijadikan sebagai penentu website tersebut adalah website yang memiliki matriks yang baik adalah dengan adanya LCP. LCP itu sendiri singkatan dari Largest Contentful Paint, yang berarti adalah waktu loading pada sebuah web. Waktu tersebut meliputi mengakses gambar, video dan teks yang panjang.

Indikator ini menggantikan metrik yang pernah terdapat pada mesin pencari Google, yaitu  FCP. FCP singkatan dari first contentful paint. Metrik ini dikunjungi oleh pengunjung website pertama kali ketika mengunjungi website tersebut. Elemen ini biasanya hanya berupa logo pada menu navigasi pada header. Walaupun berukuran kecil namun elemen ini memiliki pengaruh yang cukup besar pada sebuah mesin pencari.

LCP menjadi elemen terbesar pada sebuah web karena secara tidak langsung dapat membuat pengunjung web langsung merasakan pengalamannya. Pengunjung bisa memutuskan untuk berlama-lama pada web tersebut atau meninggalkan begitu saja dan mencari web lainnya. Pasalnya LCP yang pertama kali memberikan kesan kepada pengunjung.

2. FID

Elemen yang menjadi indikator pada corel web visual ini merupakan singkatan dari first input delay. Matriks yang menjadi indikator atas waktu yang diperlukan pertama kali ketika pengunjung mengunjungi website untuk berinteraksi pada website tersebut. Interaksi tersebut meliputi klik klik pada ikon yang terdapat pada website tersebut.

Google masih menggunakan data lab untuk menilai FID. Dengan demikian, meskipun FID berinteraksi pada web ketika pertama kali ditampilkan namun indikator tersebut belum bisa dikatakan sempurna. Maka dari itu, Google akan memerlukan elemen lain sebagai tolak ukur matriks tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, guna menyempurnakan tolak ukur pada sebuah web. Tidak cukup dengan menggunakan FID saja tetapi dengan mengoptimalkan atau meminimalisir kinerja file-file besar pada javascript. Sebagai cara optimasi FID yang sempurna, dengan menggunakan tool khusus yaitu total blocking time khusus untuk elemen FID.

3. CLS

Indikator lainnya yang penting untuk core web vitals adalah CLS, atau singkatan dari cumulative layout shift. Atau biasa disebut sebagai alat ukur waktu dalam perubahan layout. Dalam hal ini berarti berapa banyak waktu yang dibutuhkan ketika pengunjung web berselancar langsung pada web tersebut.

Contohnya adalah, ketika pengunjung akan mengklik sebuah ikon, namun ikon tersebut bergeser. Hal tersebut disebabkan ada elemen lain yang muncul sehingga ikon yang akan diklik tersebut bergeser. Dengan perubahan layout tersebut, bisa dipastikan bahwa web tersebut memiliki CLS yang buruk.

Indikator CLS bisa dinilai baik dan buruk oleh contoh tersebut. Misalnya tampilan layout yang tiba-tiba berubah, artikel pada web yang tiba-tiba tertutup tampilan banner secara tiba-tiba, semua itu menandakan bahwa CSL pada web tersebut buruk. Dengan demikian, bisa mengurangi skor di mesin pencari.

Cara Memeriksa Skor Pada Core Web Vitals

Setelah banyak membahas macam-macam indikator pada sebuah web yang baik, selanjutnya adalah memeriksa skor pada core web vitals. Memeriksa skor tersebut sangatlah penting untuk menentukan baik buruknya web berada di halaman pertama pada mesin pencari. Beruntungnya, terdapat aplikasi khusus yang dapat memeriksa skor tersebut.

Adapun untuk aplikasinya bisa menggunakan page speed insight, Google search console, Chrome UX Report, Chrome Web Vital Extension. Pilih salah satu aplikasi yang termudah. Sangat disarankan untuk menggunakan page speed insight dan Google search console, Pasalnya aplikasi tersebut menunjukan skor dan keterangan kelemahan yang mendetail pada sebuah web.

Kelebihan lainnya pada aplikasi pemeriksa skor Google search console yaitu aplikasi tersebut ditawarkan oleh Google secara gratis dan sangat menunjang dengan sistem kerja mesin pencari Google. Dengan kata lain, aplikasi ini ibarat sebuah pasangannya mesin pencari Google, untuk memeriksa, mengawasi, dan menampilkan skor.

Apabila pemilik web ingin membuat web tersebut berada pada halaman pertama pada mesin pencari, sebaiknya mengetahui cara untuk meningkatkan skor. Google pun memberikan beberapa kemudahan dengan memberitahukan beberapa indikatornya serta caranya untuk menghitung dan meningkatkan skor.

Menghitung skor tidak kalah pentingnya sebagai tolak ukur untuk mengukur web sendiri layak atau tidaknya agar berada pada tingkat teratas pada mesin pencari Google. Dengan demikian, Google pun menyediakan beberapa aplikasi untuk memfasilitasi perhitungan skor tersebut. Aplikasi tersebut merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh pemilik web secara gratis.

Cara Optimasi  Core Web Vitals

Sebagaimana dijelaskan pada indikator yang membuat skor web berkurang, solusinya harus melakukan optimasi core web vitals. Melakukan optimasi web tersebut sangatlah penting untuk membuat web berada pada  halaman pertama pada mesin pencari Google. Terlebih jika web tersebut hendak digunakan untuk melakukan bisnis online. Berikut cara optimasinya:

1. Optimalisasi File Ukuran Besar

Seperti hal nya sebuah memori dalam RAM dan ROM, file yang berukuran besar dapat memakan tempat. Begitu juga pada web, file yang berukuran besar seperti  gambar dan video dapat mengurangi kinerja  core web vitals.  Maka dari itu, guna mengoptimalkan kinerjanya, sebaiknya untuk mengkompresi file-file tersebut.

Di samping harus mengkompres, mengoptimasi kinerja nya bisa dengan cara melakukan plugin lazy load. Dengan melakukan hal tersebut, kinerja web akan terkesan lebih cepat dan hal tersebut bisa menambah skor untuk meningkatkan web. Pasalnya, pengalaman pengunjung  memiliki good experience ketika mengunjungi web tersebut.

Dengan mengefektifkan penyimpanan file yang besar dapat mengoptimalisasi kinerja kecepatan web tersebut. Dengan demikian, pemilik  web harus bijak ketika menggunakan file-file besar untuk webnya agar tidak menghambat kecepatan web tersebut. Maka dari itu, sebaiknya untuk melakukan kompresi atau melakukan plugin lazy load sebagaimana telah dibahas sebelumnya.

2. Membuat File Java Script dan CSS dengan Efisien

Cara lainnya untuk optimasi core web vitals membuat file javascript dan CSS menjadi lebih kecil. Dengan membuatnya ke dalam ukuran yang lebih kecil, merupakan upaya untuk membuat file javascript dan CSS lebih efisien. Dengan demikian dapat membuat kinerja web lebih optimal dan lebih cepat.

Pada dasarnya, file javascript digunakan pada web untuk mendukung kapasitas web agar dapat menampilkan video dan foto. Namun sayangnya, hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja web menjadi lebih lambat. Dengan demikian, perlu dilakukan optimasi. Dengan tidak menghilangkannya tetapi merubah ukuran tersebut menjadi lebih kecil.

Memang file javascript sangat penting digunakan pada web. Hal tersebut membuat pemilik web menghadapi hal yang dilematis. Di sisi lain sangat penting untuk membangun web namun di sisi lain bisa membuat kinerja web menjadi lebih lambat. Sebagai jalan keluarnya, sebaiknya lebih bijak menggunakan file javascript tersebut atau digunakan pada waktu-waktu tertentu saja.

3. Meningkatkan Kecepatan Website

Tingkatkan kecepatan website dengan menggunakan CDN dan plugin cache. Dengan demikian, elemen pun bisa lebih cepat dimuat. Hal ini dapat mengoptimasi kinerja core web vitals. Maka dari itu, pentingnya untuk meningkatkan kecepatan website untuk mendapatkan good experience dari pengunjung.

Setiap pengunjung tentunya akan merasa enggan apabila mengunjungi web yang memiliki kecepatan yang lambat untuk berinteraksi pada elemen-elemennya. Interaksi pada web meliputi klik pada ikon. Terlebih jika layout pada web tersebut tiba-tiba berubah. Disamping akan mendapatkan bad experience dari pengunjung web juga dapat membuat web tersebut mengalami kecepatan yang berkurang.

CDN dan plugin cache harus selalu dilengkapi pada sebuah website agar dapat meningkatkan kinerja website. CDN sendiri singkatan dari content delivery network. Fungsinya untuk mempercepat kecepatan website.

4. Melakukan Perbaikan Masalah Rendering

Cara lainnya untuk optimasi kinerja core web vitals adalah dengan memperbaiki masalah rendering. Khususnya pada sisi browser. Sebagaimana dijelaskan pada poin sebelumnya, file javascript memberikan manfaat untuk web walaupun file tersebut menghambat optimasi kinerjanya.

File javascript dapat membuat permasalahan rendering dari sisi browser. Sebagai solusinya, sebaiknya untuk menggunakan file javascript tersebut hanya untuk fungsi yang penting saja. Solusi lainnya, menggunakan server side rendering dan server pre rendering untuk mengatasi web tersebut.

Permasalahan rendering ini merupakan masalah yang paling sering dihadapi oleh pemilik website. Banyak kesulitan yang akan dihadapi apabila website mengalami permasalahan terkait rendering pada sisi browser. Salah satunya adalah menghambat kinerja web. Dengan demikian, pentingnya untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Sebagaimana solusi yang telah dijelaskan di atas.

Cara Optimalisasi Indikator Penilaian

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, terdapat 3 macam indikator. Namun untuk cara mengoptimalisasi  Indikator hanya untuk FID dan CLS.Pasalnya, indikator tersebut paling utama berinteraksi dengan pengunjung web. Melakukan optimalisasi pada masing-masing indikator tersebut berbeda-beda. Berikut ini cara-caranya untuk mengoptimalkan indikator tersebut:

1. Cara Mengoptimalkan Penilaian Indikator FID

Definisi dari indikator FID telah dibahas sebelumnya. Selanjutnya adalah mengetahui bagaimana caranya untuk meraih nilai yang baik berdasarkan indikator tersebut. Caranya adalah, ketika pengunjung menelusuri web tersebut maka interaksi pertama harus berada di bawah 100 milidetik.

Hal tersebut tidak akan mudah dilakukan karena FID sangat tergantung pada pengunjung untuk berinteraksi. Sementara itu, pengunjung yang hanya membaca artikel atau scrolling tidak termasuk ke dalam interaksi. Dengan demikian  dapat membuat nilai FID menjadi buruk. Sebagai solusinya, mempercepat loading website.

Salah satu solusinya adalah dengan melakukan optimasi javascript. Pasalnya, bahasa pemrograman ini mampu membuat tampilan web menjadi lebih dinamis. Namun jika terlalu banyak menggunakan file javascript akan membuat halaman tersebut menjadi lebih lambat. Maka dari itu, sebaiknya menggunakan file javascript hanya untuk file yang penting saja.

2. Cara Optimalisasi Penilaian Indikator CLS

Setelah mendapatkan hasil dari indikator penilaian CLS, dengan menggunakan aplikasi. Apabila skor tersebut menunjukan 0,1 maka web tersebut menunjukan web yang baik. Untuk menghitung skor tersebut bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan variabel impact fraction dan distance fraction.

 Impact fraction digunakan untuk menghitung skor karena dapat menunjukan angka yang dapat menunjukan jarak atas perpindahan layout. Jarak spektrum yang dihadirkan untuk layout tersebut dapat digunakan untuk menghitung skor CLS. Contohnya adalah apabila elemen menggunakan 50% bidang layar. Setelah tombol CTA muncul, elemen tersebut bergeser hingga 25%. Sehingga dapat diketahui skor CLSnya sebesar 75% atau 75/100 = 0,75.

Sementara, distance fraction adalah ukuran jarak pada perpindahan dua elemen. Contohnya adalah bila tinggi layar 100, ukuran jarak layar yang ditunjukan pada elemen tersebut adalah 25. Sehingga bisa dihitung untuk distance fraction nya adalah 25/100 = 0,25. Perhitungan tersebut akan lebih mudah dengan penggunaan tools penghitung skor.

Pengaruh Core Web Vitals Terhadap SEO?

Sebagai mesin pencari terbesar, Google menetapkan peraturan baru untuk web yang ingin berada pada peringkat teratas pada mesin pencari tersebut, yaitu berdasarkan page experience.  Semakin baik pengalaman pengunjung untuk mengunjungi web tersebut akan semakin besar skor yang akan didapatkan.

Skor tersebut menambah kinerja core web vitals agar berada pada halaman pertama pada mesin pencari. Dengan demikian akan memberikan banyak manfaat pada pemilik web, apabila webnya tersebut berada pada halaman pertama mesin pencari. Maka dari itu terdapat pengaruh untuk kenaikan SEO.

Jika saja dahulu SEO ditentukan oleh penulisan artikel untuk web yang mengikuti algoritma Google. Kini hal tersebut ditambah dengan beberapa indikator yang dapat menentukan baik atau tidaknya web tersebut untuk dikunjungi. Hal tersebut tentunya akan dihitung berdasarkan waktu kunjungan pengunjung web.

Indikator-indikator tersebut menunjukan kinerja core web vitals. Pasalnya, kinerja tersebut akan digunakan Google untuk menempatkan web tersebut pada halaman pencarian pertama di Google. Maka dari itu, pemilik website harus mengoptimalkan kinerjanya.

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, indikator yang terdiri dari FID, LCP dan CLS harus dioptimalkan guna meningkatkan skor untuk core web vitals. Dengan demikian akan sangat mudah bagi web untuk menarik perhatian Google agar berada pada peringkat pertama pada mesin pencari Google.

Kesimpulannya, terdapat pengaruh yang besar atas kinerja core web vitals terhadap SEO. Dengan demikian, pemilik web akan mendapatkan banyak manfaat dari web yang berada pada halaman pertama dalam mesin pencari Google. Terlebih jika web tersebut digunakan untuk tujuan bisnis.

Saatnya Optimalkan Core Web Vitals

Bagi pemilik website yang ingin menempatkan website pada halaman pertama untuk mesin pencari Google, sebaiknya mulai mengoptimalkan core web vitals. Maka dari itu, pemilik web harus memahami beberapa indikator penunjangnya seperti FID, CLS, dan CLP. Pasalnya dengan memahami indikator tersebut bisa meningkatkan skor website.

Cara penilaian indikator tersebut berbeda-beda. Maka dari itu, pemilik web harus benar-benar memahaminya demi good page experience bagi pengunjung web. Misalnya untuk LCP, dimana indikator ini merupakan elemen terbesar pada sebuah web. Untuk mendapatkan penilaian yang baik, halaman pertama tersebut harus dapat dimuat dalam 2,5 detik.

Sementara untuk penilaian FID (first input delay), ketika halaman pertama diakses dan pengunjung akan mengklik sebuah ikon. Respon web terhadap pengunjung tersebut memerlukan waktu sekitar 100 milidetik agar mendapatkan good experience dari pengunjung. Apabila waktu respon tersebut di atas 100 milidetik, maka web tersebut dikatakan buruk.

Cara penilaian CLS (cumulative layout service), skor yang dimiliki harus berada di bawah 0,1. Dengan demikian web tersebut bisa dikatakan baik. Pasalnya, jika berada di atas 2,5 maka Google akan mengelompokkannya sebagai web yang buruk sehingga tidak akan mencapai SEO yang optimal.

Walaupun indikator tersebut sangat penting namun tidak boleh melupakan faktor lainnya untuk membuat Google menjadikan web tersebut layak berada pada halaman pertama pada mesin pencari Google. Faktor penunjang lainnya seperti membuat konten yang berkualitas. Baik dalam bentuk artikel, video maupun foto.

Dengan pembahasan mengenai core web vitals, diharapkan pemilik web memahami hal tersebut guna membuat web semakin berkualitas dan layak untuk berada pada peringkat atas pada mesin pencari Google. Dengan demikian, sangat penting untuk melakukan optimalisasi pada web tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published.